Senin, Januari 24, 2022
BerandaNews$9,8 Miliar di tahun 2021 Hilang di retas, dan 73% dari nya...

$9,8 Miliar di tahun 2021 Hilang di retas, dan 73% dari nya Adalah Insiden DeFi

Tahun 2021 adalah tahun yang sangat menguntungkan bagi para Investor cryptocurrency, disisi lain ada beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi ini dengan peretasan dan penipuan yang kerap kali terjadi di Industri ini. Dalam laporan yang ditulis oleh SlowMist di rekap tahunan nya, para peretas mendapat kesempatan besar untuk melakukan aksi nya di industri DeFi.

Perkiraan Insiden Peretasan

Menurut laporan perusahaan, ada 231 insiden peretasan yang dilacak di blockchain. Kerugian dari semua insiden itu berjumlah $9,8 miliar. Dengan dominasi peretasan dan penipuan yang terjadi lebih banyak di industri DeFi hampir setiap hari, jumlah yang disebutkan di atas mungkin melebihi angka $10 miliar.

Di antara 231 insiden itu, sekitar 170 kasus terkait dengan aplikasi terdesentralisasi atau sektor keuangan terdesentralisasi, termasuk 15 pelanggaran keamanan market exchange, peretasan blockchain publik, tiga masalah terkait keamanan dompet, dan 35 peretasan atau penipuan lainnya.

Peretasan Blockchain dan Pertukaran Besar

Sementara mayoritas korban peretas adalah rantai atau proyek yang relatif kecil, ada beberapa masalah keamanan terkait rantai utama yang hadir di tahun 2021. Blockchain BSV menjadi korban serangan 51% di mana satu individu memiliki lebih dari 50% hak suara pada rantai dan mampu memanipulasi seluruh blockchain untuk kepentingannya.

Bahkan jaringan yang lebih besar seperti Ethereum  Classic juga telah menjadi korban fork yang muncul karena kerentanan dalam kode klien Geth Ethereum. Dalam waktu kurang dari dua minggu setelah masalah Ethereum Classic, jaringan Solana offline selama 17 jam karena serangan layanan. Namun untungnya tidak ada dana yang dicuri oleh para penyerang.

Adapun pertukaran terdesentralisasi dan terpusat, dua serangan paling menonjol pada tahun 2021 dilakukan pada Cryptopia dan hot wallet pertukaran Liquid. Karena serangan tersebut, total token dan koin senilai hampir $100 juta telah dicuri. Sedangkan kabar terakhir insiden peretasan datang dari Bitmart dimana mereka mengungkapkan bahwa total kerugian saat itu sebesar $196 juta sekitar Rp. 2,8 Triliun.

Bagaimana pendapat atas kabar ini guys? Apakah kalian masih yakin untuk menggunakan crypto sebagai instrumen investasi? Berikan pendapat anda dikolom komentar ya… !!!

Oezankhttps://idcryp.to
Oezank is a Crypto Influencer who has more than 2 years of experience observing Crypto projects and strongly believes in blockchain technology in Indonesia.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular